Indonesia Adalah Negara Islam


Bagaimanapun sikap tidak terimanya kelompok Nasionalis sekuler terhadap judul tulisan ini, pada akhirnya mereka juga akan mengerti juga. Banyak muncul pemikiran, pemahaman yang salah kaprah mengatakan bahwa Negara ini bukan Negara Islam, juga bukan Negara agama lainnya, tapi Negara ini adalah Negara Pancasila. Betapa dangkalnya perkataan mereka, dengan naifnya mereka mengatakan sesuatu yang tidak diketahui olehnya.

Apa bukti Negara ini Negara Islam?, bukti pertama Pancasila itu sendiri. Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Sejarah telah menunjukkan kepada kita bahwa sila pertama itu tak lain adalah Tauhid (ketuhanan dalam islam). "ESA" itu artinya ahad. Ahad itu artinya: satu, tunggal, tidak ada tuhan yang lain, berdiri sendiri, tidak bercabang tidak bernasab (tidak mengenal silsilah keturunan).

Artinya, Tuhan Tunggal. Tampak sederhana tapi mendalam maknanya. Tuhan tidak dilahirkan apalagi lahir lewat kemaluan manusia (hina), tuhan tidak mengandung dan melahirkan, tuhan tidak mati apalagi tuhan mati dibunuh, tuhan berbeda dari makhluknya termasuk manusia karena itu tuhan tidak pula menjelma menyerupai/dalam wujud manusia atau hewan atau makhluk lain. 

Tuhan tidak pantas baginya punya ibu, punya ayah, sehingga ada ayah tuhan, ada pula ibu tuhan, ada anak tuhan. Hubungan tuhan dengan makhluknya dalam islam bukan hubungan antara guru dengan murid, bukan pula hubungan antara anak dan orangtua. Tidak pantas dan tidak mungkin manusia menyebut dirinya anak tuhan, apakah dia (manusia) hendak menjadikan tuhannya sebagai orangtua?, orang tua itu manusia, berarti ia menyamakan tuhannya dengan manusia. 

Semua itu dibantah dengan kalimat syahadat "La ila ha illallah". Maknanya tidak ada tuhan selain Allah, tidak ada tuhan 1 tuhan 2 tuhan 3, anak tuhan, ayah tuhan, ibu tuhan, tuhan cuma Allah.
Kemudian disambung dengan kalimat "wa as hadu anna muhammadarrasulullah", muhammad itu manusia utusan Allah, adalah seorang Nabi, rasul Allah yang ditugaskan menyampaikan wahyu (Al-Qur'an) kepada manusia, memperbaiki akhlak manusia, sebagai rahmatan lil 'alamin (rahmat untuk sekalian alam), pembawa kabar gembira (surga, bagi mereka yang istiqomah dalam ibadahnya dan menjaga akhlaknya), muhammad sebagai pembawa peringatan (neraka, bagi mereka yang ingkar tidak mau patuh pada perintah Allah).
Dalam Al-Qur'an ditegaskan, qul huwallahu ahad, allahussomad, lam yalid walam yuulad, walam yakulllahu kufuan ahad. Katakan bahwa allah itu satu, allah tidak bernak dan tidak diperanakkan. Ini semua disebut dengan prinsip tauhid (ketuhanan dalam islam).

Karena itu tidak perlu dikembangkan kekhawatiran berlebihan bahwa umat islam akan mengganti pancasila, tidak benar sama sekali. Karena Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran islam, bahkan Pancasila itu adalah hasil penerimaan/transformasi kaidah-kaidah yang umum dalam hukum islam.
Bukti kedua Negara ini Negara Islam adalah:
Dalam pembukaan UUD 1945 alinea ketiga disebutkan, "...Atas berkat rahmat Allah...". Realitas sejarah menegaskan bahwa tidak lain yang dimaksud disitu adalah Allah subhanahuwata'ala sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya perihal tuhan (Allah) itu.
Bukti ketiga Negara ini Negara Islam adalah:

-Adanya keberadaan Kementerian Agama.
Dari awal berdirinya Kementerian ini memang dimaksudkan untuk mengurusi urusan-urusan umat islam, karenanyapun Menteri Agama harus diisi oleh orang islam.
Walaupun orang yang menjabat Menteri Agama sekarang ini (Lukman Hakim Saipudin) sudah mulai terjangkit penyakit sekuler-liberal, dia tak paham posisi dia sebagai Menteri Agama itu untuk siapa, pengabdian kepada siapa, aspirasi siapa yang harus di dengarnya, telinganya tuli dan matanya buta terhadap aspirasi umat islam.

Bukti Keempat adalah:
- Adanya keberadaan Pengadilan Agama (di Aceh disebut Mahkamah Syar'iyah). Pengadilan Agama adalah milik umat islam mutlak, adalah pengadilan khusus untuk umat islam. Setiap perkara agama yang terjadi antar sesama umat islam jika ditempuh jalur hukum maka diselesaikan di Pengadilan Agama.
Hal ini karena kompleksitas, ke-khas-an, dan karakteristik hukum islam yang komprehensif mengatur sendi kehidupan umatnyalah yang menyebabkan harus diselesaikan secara terpisah di pengadilan tersendiri.
Seperti perkara perkawinan, masalah dalam perkawinan menempuh kehidupan berumah tangga, perkara perceraian, hak asuh anak, pewarisan, masalah zakat, infak, sedekah, wakaf, hibah, dan lain sebagainya.
Tidak hanya sampai disitu, tetapi berlaku pula Kompilasi Hukum Islam (KHI) sebagai kitab hukum tersendiri sebagai acuan disamping KUHP dan KUHPerdata.

Bukti Kelima:
-Dalam bidang hukum pidana maupun hukum perdata banyak mengambil/mengadopsi nilai-nilai/kaidah yang terdapat dalam hukum islam. Seperti misalnya pasal 77 KUHP, itulah yg dalam al-Qur'an disebut "....wala tujjzauna illa wa antum ta'lamun..." ,dalam ayat lain dikatakan, "... wala tus 'aluna amma kanuya' malun....".
Selain itu masalah saksi berlaku asas satu orang saksi bukan saksi, artinya saksi itu haruslah lebih dari satu orang. Itu juga diambil dari kaidah hukum islam. Atau dalam hukum pidana dikenal asas gen straaf zonder schuld yang berarti tidak ada pidana tanpa kesalahan. Artinya, haruslah terbukti/dibuktikan kesalahan seseorang untuk dapat menjatuhkan hukuman. Itu juga diambil dari kaidah hukum islam.
Asas legalitas juga kaidah dalam hukum islam yang dalam al-Qur'an dikatakan, "kamu tidak akan dihukum melainkan setelah turunnya wahyu". Wahyu itu perintah Allah, ajaran- ajaran Allah dalam al-Qur'an. Atas dasar itulah Nabi Muhammad dapat menghukum.
Banyak lagi yang lain, tapi setidaknya mengemukakan hal itu sadarlah kiranya Negara ini adalah Negara Islam.

Mencermati hal diatas, betapa hukum islam mewarnai tatanan hukum positif Negara, maka bagaimana mungkin para Nasionalis sekuler mengatakan bahwa umat islam anti NKRI, anti Kebhinekaan Anti Pancasila, Anti Persatuan, Intoleransi, Radikal, Ekstrimist. Justru mereka yang tak paham di Negara mana mereka sedang hidup. Bukan kita yang anti ini itu segala macamnya, tetapi mereka yang tak sanggup menerima kenyataan ini.

Dan kalaulah islam itu seperti yang digambarkan sebelah kanan memegang kitab suci sebelah kiri memegang pedang, maka takkan tersisa umat kristen di Negara ini, takkan tersisah umat Hindu, Budha, Konghucu di Negara ini. Demikian juga takkan tersisa mereka di permukaan bumi di seluruh dunia karena pastilah mereka sudah dibinasakan sejak dahulunya oleh pemerintahan negara Islam.
Ingatlah ketika Islam berkuasa 500 tahun lebih di Andalusia, Spanyol. Tidak satupun umat beragama lain diperlakukan diskriminatif, mereka tetap dibiarkan hidup dan bebas beribadat menurut agama dan kepercayaanya. Hak-hak sosial, politik, ekonomi, hukum, budaya, keamanan, pendidikan, kesehatan tetap dilindungi, dipenuhi, dihormati bukan dirampas dengan semena-mena. Itulah bukti toleransi islam terhadap umat beragama lain di luar islam. 

Andai islam atau pemerintahan islam seperti dalam bayangan orang-orang yang tak paham islam, tak memahami sejarah kejayaan islam yang ketakutan bahwa jika pemerintahan islam berkuasa, maka terbayanglah dalam fikirannya betapa diktatornya pemerintahan islam, yang bukan islam pancung kepalanya, usir dia, paksa masuk islam, rampas harta bendanya.
Maka niscaya mereka yang bukan islam takkan tersisa di muka bumi ini hari ini, jika pun ada pastilah sangat sedikit jumlahnya. Bahkan dalam salah satu pemberitaan disebutkan populasi umat kristen hari ini 2 juta lebih banyak dari pada umat islam (bisa dikoreksi mungkin salah).

Tetapi ketika kekuasaan islam meruntuh di Andalusia, ketika khatolik berkuasa pilihan hanya ada tiga yaitu angkat kaki dari Andalusia (di usir), tidak di usir tapi masuk kristen, atau dibunuh. Jadi kepada siapa predikat intoleran, radikal, dan teroris sebenarnya harus di alamatkan. Ini realitas sejarah yang berbicara.
Jika memang islam itu agama yang ditegakkan dengan pedang (teroris) maka lihatlah, di India islam berkuasa ratusan tahun, sampai sekarang masih tetap berdiri kokoh gereja-gereja, kuil-kuil, vihara-vihara. Andai islam itu agama kekerasan, maka takkan tersisa umat beragama lain di India, demikian pula di Arab Saudi, Mesir dan di Negara ini.

Hanya mereka tak sadar mengapa sampai hari ini terus saja menghujat islam, menuduh yang tidak karu-karuan, karena sesungguhnya mereka sudah terpengaruh propaganda barat dan mereka telah terlanjur menelannya bulat-bulat. Propaganda sengaja di ciptakan oleh Amerika dan Yahudi untuk membinasakan Islam dari muka bumi untuk tujuan mewujudkan cita freemasonry nya.
Wajah islam di mata dunia sengaja di coreng, dibuat buruk, penuh lautan darah dan kejahatan kemanusiaan berat. Barat ciptakan ISIS sebagai replika dunia Islam, sehingga orang takut. Mereka berharap dengan tampilan ISIS itu demikianlah rupa Islam. Karena itu apapun tentang islam adalah jahat dan harus dilawan/dibinasakan.

Barat sangat takut kekuatan islam akan bangkit seperti pada masa-masa kejayaannya karena kekuasaan, peta politik dunia, perekonomian dunia akan dikuasai oleh islam. Sampai masanya, islam akan bangkit juga meskipun lambat karena Nabi Muhammad yang mengatakan itu. Namun ketika islam bangkit, itu menandakan kiamat segera datang. Kiamat adalah ahir dari segala-galanya, kebinasaan seluruh alam semesta.

Indonesia Adalah Negara Islam