Islam dan NKRI

"Islam dan NKRI, Dalam Realitas Sejarah Dan Polemik Kebangsaan-Giliran Islam Bicara"


Sekarang ini sudah terlalu banyak orang gila berkeliaran dimana-mana hingga orang waraspun dibuat ragu tentang kewarasannya.
Sekarang ini sudah terlalu banyak orang sakit hingga orang sehat dibuat ragu tentang kesehatannya.
Kalau dulu belanda melecehkan kita (umat islam) kita tidak terlalu sakit hati, tapi hari ini kita dilecehkan oleh orang yang bahasanya sama dengan kita, warna kulitnya sama dengan kita, maka kita harus melawan!!! Ungkapan bahwa yang waras mengalah, tidak ada kata mengalah, yang waras harus melawan.
Jika islam dilambangkan sebelah kanan memegang kitab suci sebelah kiri memegang pedang, yang bukan islam pancung kepalanya, maka tidak akan tersisa orang hindu di India. Kerajaan islam pernah berkuasa ratusan tahun lamanya di India. Maka tidak akan tersisa orang nashrani di saudi arabia, gereja-gereja disana masih dibiarkan berdiri tegak sampai hari ini. Maka tidak akan tersisa orang nashrani, orang hindu, orang budha di Indonesia, karena jauh sebelum negara ini merdeka kerajaan islam berkuasa ratusan tahun lamanya di Indonesia.
Jika umat islam minoritas di negara mayoritas nashrani seperti di Amerika, di Prancis, di Inggris, maka segala hak-hak peribadatannya dikekang, tidak boleh pakai hijab, tidak boleh memanjangkan jenggot, tidak boleh bangun mesjid, mesjid yang ada tidak boleh pakai mikrofon, semua aktifitas keagamaan diawasi demikian ketatnya, hak-hak politik, pendidikan, sosialnya dikebiri habis-habisan, bahkan tidak sedikit umat islam yang dibunuh dengan kejam.
Buka mata kalian, lihat apa yang terjadi di Myanmar, Rohingya, apa yang terjadi di Palestina, apa yang terjadi di Poso, ratusan ribu umat islam, anak-anak, orangtua, kiai-kiai dan para santri dibunuh dibinasakan dengan biadab. Lalu agama yang manakah sebenarnya yang ditegakkan dengan pedang??
Buka mata kalian, jika umat islam mayoritas di negara minoritas nashrani seperti di Indonesia, kalian yang di luar islam, hak-hak politik, sosial, hukum, keamanan, budaya, peribadatan, kalian masih tetap dapat dengan leluasa menikmatinya, hak-hak kalian dilindungi sepenuhnya. Hanya jika kalian lancang mengusik agama ini (islam), kalian akan mendapati slam tidak akan ramah terhadap kalian.
Islam tidak anti NKRI, Islam tidak anti kebhinekaan, Islam tidak anti Pancasila, Negara ini di dirikan diatas dasar tauhid (konsep ketuhanan dalam islam) bagaimana mungkin kami (umat islam) dikatakan mau meruntuhkan NKRI??. Baca sila pertama Pancasila, baca sejarahnya, Ketuhanan Yang Maha Esa, itu jelas konsep ketuhanan dalam islam. Esa itu ahad, ahad itu tunggal. Tuhan yang manakah yg dimaksudkan itu?, yang pasti bukan tuhan batu, tuhan kayu, hantu, patung, berhala, lata, uzza. Tuhan yang manakah yang dimaksud??, Baca Pembukaan UUD 1945, baca sejarahnya, Atas Berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa, ini tauhid, konsep ketuhanan dalam islam. Hanya allah satu-satunya tuhan, tidak ada tuhan dua, tuhan tiga, tuhan ayah, tuhan ibu, tuhan anak, anak tuhan, ibu tuhan. Allah, dialah satu-satunya tuhan yang berhak disembah, allah berkuasa maha kuasa allah atas segala makhluknya. Allah, dialah satu-satunya tuhan yang berhak disembah, allah tidak beranak, tidak diperanakkan, allah tidak punya istri, tidak punya anak, tidak pernah menjelma sebagai manusia untuk menyelamatkan dan menebus dosa manusia, allah berbeda dari makhluknya.
Allah tidak pernah sekalipun dan tidak akan pernah mati kemudian hidup kembali, tidak pantas manusia mengatakan dirinya anak tuhan, sejak kapan tuhan mengandung dan melahirkannya, menyusui serta membesarkannya. Manusia anak kedua orangtuanya yang juga manusia. Inilah ajaran islam, konsep ketuhanan dalam islam.
Baca Pasal 29 UUD 1945, Negara Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini tauhid, konsep ketuhanan dalam islam. Nilai-nilai yang tercantum dalam Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran islam, Bagaimana mungkin kalian menuduh umat islam mau menggantikan ideologi negara Pancasila dengan syari'at islam?,.
Sungguhpun Negara ini bukan negara islam, bukan negara katholik, bukan negara protestan, bukan negara budha, bukan negara hindu, sungguhpun demikian, tidak berarti hukum islam tidak boleh di transform, diadopsi, diangkat kedalam hukum positif negara menjadi hukum positif negara, demikian juga hukum agama lain. Kalau pihak islam mau agar aspirasi umat islam di dengar, hukum-hukum islam dipakai, maka kuasai parlemen, demikian juga umat beragama lainnya.
Haruslah dipahami, Negara mengakui keberadaan 4 norma di Indonesia, norma apa itu?, norma agama, norma adat, norma kesopanan, dan norma kesusilaan. Negara juga mengakui bahwa salah satu sumber hukum materil adalah Agama. Agama manapun yang diakui dinegara ini terlebih lagi islam.
Karena itu Negara dapat mengambil kaidah atau prinsip dan nilai-nilai dalam hukum agama seperti islam untuk ditransformasikan kedalam hukum positif negara, disamping norma adat, norma kesusilaan, norma kesopanan, demikian juga hukum agama lain dapat menjadi bahan pembentukan hukum negara untuk diterapkan kedalam hukum positif negara. Yang belajar hukum mestinya paham. Jadi, tidak mesti Negara Islam (khilafah), tanpa dalam bentuk Negara Islampun ajaran islam, hukum-hukum islam dapat ditransform kedalam hukum positif negara.
Demikian besar perjuangan ulama-ulama dan umat islam memerdekakan negara ini, bayangkan saja Soekarno pernah menulis di koran harian Pandji Islam (juni-juli 1945) dalam argumen perdebatannya dengan Moh. Natsir, Soekarno mengatakan jumlah umat islam pada waktu itu 90% di Indonesia. Karena itu sadarlah kalian, umat mayoritas bangsa ini dengan segenap jiwa, raga, harta, mati-matian berkorban, berjuang, memperjuangkan NKRI, memerdekakan NKRI. Sudah sangat banyak darah yang tertumpah demi merdekanya negara ini, demi diakuinya dimata dunia kemerdekaan negara ini. Bagaimana mungkin hari ini kalian mengatakan umat islam mau merobohkan NKRI. Sekarang inilah balasan dari kalian, islam anti NKRI, islam anti pancasila, islam anti kebhinekaan.
Sesungguhnya bila nurani kalian sendiri kalian suruh bicara, maka sebetulnya kalian berhutang besar terhadap umat mayoritas di republik ini. Kalian seharusnya berterimakasih. Ulama kami tiada henti-hentinya sholat malam, menangis, menengadahkan tangan meminta tolong kepada Allah agar perjuangan memerdekakan negara ini diberikan kekuatan, keberanian, semangat yang tiada mengenal putus asa dan kemudahan. 17 agustus hari kemerdekaan bukanlah angka yg kebetulan. 17 agustus adalah jumlah rakaat sholatnya umat islam 5 waktu sehari semalam. 17 agustus adalah hari ke-9 ramadhan. Kenapa allah pilih ramadhan, karena ramadhan dalam ajaran islam adalah bulan yang penuh kemuliaan. Jadi Negara ini merdeka dibulan yang penuh dengan kemuliaan.
Bagi kami, cukup kalian tidak campuri agama kami, tidak merusak agama kami, jangan rusak ulama kami, jangan kriminalisasikan ulama kami, hormati kami dalam peribadatan, toleransi yg diajarkan dlam agama kami jangan kalian ganggu gugat, maka hutang kalian kami anggap lunas. Begitu baiknya negara ini pada kalian jika kalian orang-orang yang berfikir, Negara mana yang seramah Indonesia terhadap umat beragama lain diluar islam?, kalian lihat kalender nasional, kalender yg dipakai kalender masehi, bukan hijriyah (kalender islam), nama hari bukan nama hari yg dikenal dalam islam, melainkan nama hari yg diperkenalkan oleh kalian kecuali jum'at. Itu yg dipakai. Kalian lihat setiap hari peribadatan kalian, hari Minggu menjadi hari libur nasional, bukan hari jum'at (hari khusus peribadatan umat islam). Sekarang kalian katakan islam tidak toleran.
Sejak negara ini diperjuangkan, hingga merdeka, sampai hari ini tidak pernah kami mengklaim bahwa negara ini adalah milik kami sekalipun kami mayoritas di republik ini. Tapi kami dengan lantang akan terus mengatakan negara ini adalah milik kita, milik seluruh rakyat Indonesia. NKRI milik kita!!, Pancasila ideologi kebangsaan kita!!. Seluruh rakyat Indonesia mempunyai hak yang harus diperlakukan sama kepada tiap-tiap orang, tidak ada pengistimewaan terhadap pihak manapun. Kitalah yang menjaga dan mempertahankan negara yg kita warisi dari pendahulu kita. Dan sekarang kalian katakan islam tidak toleran.


Islam dan NKRI