Memahami Islam

Memahami Islam : Melawan Sekulerisme, Liberalisme, dan Komunisme



A. Hadist/Sunnah

Semua perkataan dan perbuatan Nabi Muhammad termasuk senyum, cemberut, diamnya, cara bicaranya dan pakaiannya. Apapun yang ada pada diri Nabi Muhammad adalah hadist.
Perkataan Nabi merupakan ajaran serta penjelasan secara detil terhadap apa yang secara umum diatur dalam Al-Qur'an.
Dalam perkataan itu meliputi : aspek politik, hukum, pemerintahan, keadilan, toleransi beragama, moral/akhlak, aqidah, adab (sangat banyak adab mulai dari masuk toilet sampai memandikan jenazah), hubungan sosial/muamalah, pendidikan, ekonomi, pertahanan keamanan, pernikahan dan hal-hal yang terkait dengan pernikahan dan perceraian, sholat, puasa (wajib dan puasa sunnah), zakat, berhaji, infak, sedekah, kewajiban mempertahankan agama, mengajak kepada yang ma'ruf (kebaikan) dan mencegah serta memerangi kemunkaran (perbuatan tercela dan jahat/zhalim), pengetahuan tentang kiamat dan hari sesudah kiamat, ajaran atau pengetahuan tentang kesehatan, geografi, tata surya, jinayah (pidana islam), perdata, tata negara, hubungan diplomatik.
Saking kompleksnya ajaran islam itu, maka bagaimana mungkin umat Islam akan berfikir memisahkan Islam dari politik, Islam dari Negara?. Karena itulah tidak ada sekulerisme dalam Islam.
Nabi hidup selama 63 tahun. Dalam masa itu tentu sangat banyak perkataan dan perbuatan Nabi. Semuanya dikumpulkan dan dihafalkan oleh para Sahabat Nabi termasuk menghafalkan Al-Qur'an, sehingga kemurnian/keaslian Al-Qur'an tetap terpelihara, selanjutnya diteruskan oleh Tabi'in (mereka yang mengikuti/belajar pada sahabat Nabi), teruss sampailah ke generasi Ulama mazhab (Imam Malik bin anas, Imam Syafi'i, Imam Hanafi/Abu Hanifah, Imam Ahmad bin Hambal), dan sampailah kepada Ulama hari ini.
Semua perbuatan Nabi, perbuatan ini sebagian mengukuhkan perkataan Nabi. Nabi memimpin perang (panglima perang) semata-mata untuk mempertahankan dan menjaga kewibawaan islam, seorang pemimpin politik, seorang kepala keluarga, seorang pedagang (pebisnis/pengusaha), guru umat tidak ada ulama besar selain beliau.

B. Tauhid (Ajaran Ketuhanan dalam Islam)

Laa ilaa ha illallah: Tidak ada tuhan selain Allah. Wa ashadu anna muhammadarrasulullah : Muhammad itu utusan Allah. Ini disebut juga kalimat syahadat.
Konsekuensi tauhid: Allah subhanahuwata'ala adalah tuhan tunggal. Tidak ada tuhan satu, tuhan dua, tuhan tiga, dst. Tidak ada tuhan bapak, tuhan ibu, tuhan anak. Allah tidak punya istri/suami, tidak punya anak, tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Tuhan tidak mengandung dan melahirkan anak tuhan.
Tidak pantas manusia mengatakan dirinya anak tuhan. Apakah manusia itu hendak menjadikan tuhannya sebagai orang tua?, Na'uzubillahiminzaalik.
Hubungan manusia dengan Allah adalah bersifat perhambaan, bukan hubungan kekeluargaan dalam nasab (keturunan) sehingga menyebut dirinya anak tuhan.
Manusia dan seluruh makhluk adalah ciptaaan Allah. Penyembahan, kepatuhan dan ketaatan hanya kepada Allah semata. Berdo'a hanya kepada Allah saja, tidak kepada berhala (patung-patung), pohon, batu, atau makhluk lainnya.
Tuhan tidak pernah mati apalagi mati dibunuh kemudian menetap dalam surga yang diciptakannya sendiri. Surga bukan untuk Allah, Allah tak butuh surga. Surga diciptakan untuk manusia yang semasa hidupnya bertakwa. Allah tidak mungkin baginya menjelma menjadi manusia kemudian menjadi lemah dan mati.
Muhammad itu manusia, sekaligus seorang Nabi, diciptakan Allah untuk menyampaikan agama Allah (Islam), memperkenalkan manusia pada tuhannya, mempunyai tugas memperbaiki akhlak manusia sebagai rahmatan lil 'alamain (rahmat bagi seluruh alam), pembawa kabar gembira (surga, bagi orang-orang bertakwa), pemberi peringatan (siksa neraka, bagi para pendosa).
Muhammad bukan anak Allah. Islam dibawa, disampaikan melalui lisan, perbuatan/syi'ar dan akhlak Muhammad. Islam bukan ciptaan/dibuat-buat Muhammad. Islam bukan ajaran Muhammad, tapi ajaran Allah.
Ajaran islam diturunkan/disampaikan Allah kepada Muhammad berupa Wahyu/Kalamullah (perkataan Allah) melalui perantaraan malaikat Jibril alaihissalam. Penyampaian Wahyu itu berlangsung selama 22 tahun 2 bulan dan 22 hari. Meninggalnya Nabi maka terputuslah Wahyu. Wahyu itu dikumpulkan/dikodifikasi maka itulah dia Al-Qur'an.
Ulama hari ini adalah pewaris Nabi, mempunyai kewajiban melanjutkan tugas-tugas kenabian. Karena itu menghina, menghujat, merendahkan, mengkriminalisasikan Ulama maka perbuatan itu sama dengan menyakiti Nabi, ditujukan kepada Nabi.
Karena itu pula umat Islam harus marah dan melawan siapapun yang melecehkan Islam, Nabi dan Ulama.

Memahami Islam